Episode 4:
Kegalauan petani penggarap lahan milik PT SG di desa-desa ring 1 pabrik semen di Tuban itu bagai problema menahun. Warga yang tak pernah tahu kapan tanah garapan diambil untuk produksi dilakukan. Cepat atau lambat tanah miliknya yang telah dibebaskan itu, pasti akan dipakai untuk bahan baku industri semen.
Kegalauan petani penggarap lahan milik PT SG di desa-desa ring 1 pabrik semen di Tuban itu bagai problema menahun. Warga yang tak pernah tahu kapan tanah garapan diambil untuk produksi dilakukan. Cepat atau lambat tanah miliknya yang telah dibebaskan itu, pasti akan dipakai untuk bahan baku industri semen.
Di lain sisi PT SG yang bertanggung jawab terhadap stabilitas kebutuhan semen nasional, tetap menjalankan aktivitas produksi. Bahkan pabrik semen terbesar di tanah air ini telah menjadualkan memulai produksi pabrik baru Tuban IV, dalam satu dua tahun ini.
“Kami sudah pasrah jika sewaktu-waktu tanah yang saya garap ini diambil oleh PT SG,” kata Warsani (43), petani penggarap lahan PT SG asal Desa Sugihan, Kecamatan Meakurak, Kabupaten Tuban, Jatim saat ditemui di tanah garapannya di desa setempat, minggu ke dua bulan puasa Ramadhan 2012 lalu.







