Serakan Artefak di Situs Sunan
by: Rakai Pamanahan
Disaat gundah gulana religi menjadi penawar.
Napak tilas perjalanan sufi di Bumi Wali pun menjadi pilihan.
Malam belum masuk dinihari, ketika bus antarkota antarprovinsi membawaku ke luar terminal bus Semarang. Penumpang tak sampai separo, ketika akan ke luar ibukota Jawa Tengah itu seorang perempuan muda menghentikan laju bus. Dari kaca samping tampak perempuan bercelana jeans itu, diantar seorang temannya.
Sebagai reporter berdedikasi tinggi aku berdiri. Kusilahkan gadis berambut sebahu itu duduk di kursi kosong sebelahku. Wangi tubuhnya tercium dari dekat. Ramah dan bersahaja sang perempuan muda menempati kusi kosong, setelah tas punggung di angkat. Tas sarat perangkat reportase, mulai tustel SLR hingga laptop. Tak ketinggalan pula peralatan mandi yang setia menemaniku.
Pages
:: Sandur dan Ritual Kesuburan ::
By: Rakai Pamanahan
Seni tradisi tak lepas dari religi. Ritual Sandur pun diyakini mampu mengurai kegalauan batin.
Malam belum terlihat kelam. Bulan separo tampak mengintip di balik awan. Iringan mendung lambat berjalan menutup rona rembulan.
Pedar sinar bulan sesekali hilang terhalang awan. Dalam keremangan malam ratusan keluarga petani merapat ke tempat perhelatan. Seni tradisi kuno tinggalan leluhur.
Seni tradisi tak lepas dari religi. Ritual Sandur pun diyakini mampu mengurai kegalauan batin.
Malam belum terlihat kelam. Bulan separo tampak mengintip di balik awan. Iringan mendung lambat berjalan menutup rona rembulan.
Pedar sinar bulan sesekali hilang terhalang awan. Dalam keremangan malam ratusan keluarga petani merapat ke tempat perhelatan. Seni tradisi kuno tinggalan leluhur.
Langganan:
Postingan (Atom)
Pencari
Entri Populer
-
Oleh : Rakai Pemanahan Rindla Illahi karena ridlanya... Murka Illahi karena murkanya... Bila kau sayang pada kasihmu... Lebih sayanglah...
-
Kepulan debu sisa angin masih lekat di pelataran kompleks Goa Yung Yang, di Desa Tuwiri Wetan, Kecam...
-
Sekar gambuh ping catur, kang cinatur polah kang kalantur, tanpa tutur katulo-tulo katali. Kadaluwarso katutur, Kapatuh pan dadi awon…. ...
