Jumat, September 17, 2010 | By: Rakai Pamanahan

:: Catatan Dari Bumi Wali ::

Serakan Artefak di Situs Sunan


by: Rakai Pamanahan

Disaat gundah gulana religi menjadi penawar. 
Napak tilas perjalanan sufi di Bumi Wali pun menjadi pilihan.

Malam belum masuk dinihari, ketika bus antarkota  antarprovinsi membawaku ke luar terminal bus Semarang. Penumpang tak sampai separo, ketika akan ke luar ibukota Jawa Tengah itu seorang perempuan muda menghentikan laju bus. Dari kaca samping tampak perempuan bercelana jeans itu, diantar seorang temannya.

Sebagai reporter berdedikasi tinggi aku berdiri. Kusilahkan gadis berambut sebahu itu duduk di kursi kosong sebelahku. Wangi tubuhnya tercium dari dekat. Ramah dan bersahaja sang perempuan muda menempati kusi kosong, setelah tas punggung di angkat. Tas sarat perangkat reportase, mulai tustel SLR hingga laptop. Tak ketinggalan pula peralatan mandi yang setia menemaniku.

:: Sandur dan Ritual Kesuburan ::

By: Rakai Pamanahan

Seni tradisi tak lepas dari religi. Ritual Sandur pun diyakini mampu mengurai kegalauan batin.

Malam belum terlihat kelam. Bulan separo tampak mengintip di balik awan. Iringan mendung lambat berjalan menutup rona rembulan.

Pedar sinar bulan sesekali hilang terhalang awan. Dalam keremangan malam ratusan keluarga petani merapat ke tempat perhelatan. Seni tradisi kuno tinggalan leluhur.