Sabtu, April 09, 2011 | By: Rakai Pamanahan

:: Menuang Gelisah dan Kemarahan Tak Berdaya ::


By : Rakai Pamanahan

Keterpurukan hidup karena carut marut sistem tak harus disesali. Kemarahan pun memuncak pada lapak teatrikal.

Tak bisa dipungkiri, realita kemasyarakatan di tanahair tengah dirundung duka. Nestapa kehidupan karena dampak perilaku pemimpin yang tak laik dicontoh, menjadikan keterpurukan tak terperi.
Jumat, September 17, 2010 | By: Rakai Pamanahan

:: Catatan Dari Bumi Wali ::

Serakan Artefak di Situs Sunan


by: Rakai Pamanahan

Disaat gundah gulana religi menjadi penawar. 
Napak tilas perjalanan sufi di Bumi Wali pun menjadi pilihan.

Malam belum masuk dinihari, ketika bus antarkota  antarprovinsi membawaku ke luar terminal bus Semarang. Penumpang tak sampai separo, ketika akan ke luar ibukota Jawa Tengah itu seorang perempuan muda menghentikan laju bus. Dari kaca samping tampak perempuan bercelana jeans itu, diantar seorang temannya.

Sebagai reporter berdedikasi tinggi aku berdiri. Kusilahkan gadis berambut sebahu itu duduk di kursi kosong sebelahku. Wangi tubuhnya tercium dari dekat. Ramah dan bersahaja sang perempuan muda menempati kusi kosong, setelah tas punggung di angkat. Tas sarat perangkat reportase, mulai tustel SLR hingga laptop. Tak ketinggalan pula peralatan mandi yang setia menemaniku.