Rabu, Juli 13, 2011 | By: Rakai Pamanahan

:: Yuliati ::

Oleh : Rakai Pamanahan

Sudah lebih tiga jam perempuan muda itu terlihat gelisah. Sendiri duduk di bangku panjang. Sesekali matanya menatap ke depan mengamati penumpang yang ke luar dari pintu kedatangan di Bandara Internasional Chek Lap Kok, Hongkong. Jaket krem tebal membalut tubuhnya untuk mengusir dingin sisa gerimis awal pagi.

Tabloit edisi terbaru berbahasa Indonesia terbitan negara bekas koloni Inggris itu, telah rampung dia simak. Sesekali dia keluarkan telepon seluler dari kantong celana jean-nya yang belel. Serangkaian kontak melalui Black Berry yang dia lakukan terhadap nomor telepon tertentu tak membuahkan hasil.

“Harusnya tak sampai pukul 14.00, dia  sudah mendarat,” gumam perempuan berpostur sedang itu, sembari melirik jam tangan bermerk yang melilit lengan kirinya.

Entah untuk kali keberapa ia berdiri dan kemudian duduk lagi. Sesekali kakinya melangkah mengitari tempat duduk di ruang tunggu. Sekadar melepas rasa penat yang merajam pikirannya. Perempuan berkulit bersih itu kembali duduk di dekat tas punggung  yang tergolek di bangku.

Minggu, Juli 10, 2011 | By: Rakai Pamanahan

:: Pesan Dalam Sepincuk Nasi Bungkus ::

Oleh : Rakai Pamanahan

Semua bermula dari rasa lapar. Nasi bungkus pun mengirim kabar tentang haru biru emosi jiwa.


Dalam pranata sosial apapun kebutuhan baku dari orang hidup adalah makan. Bermula dari logistik itulah logika kehidupan berjalan. Warna perjalanan hidup pun selalu kental diwarnai asupan logistik.

Kepentingan perut itu pula yang menjadikan warna kehidupan demikian majemuk. Di sana juga tak pernah mengenal gengsi, karena di dalamnya memang tak harus ada gengsi. Tak ada pula hegemoni dalam ranah pemenuhan kebutuhan pokok, selain rasa lapar yang setiap saat menunggu segera dituntaskan.

Rasa lapar tak ada sangkut paut dengan status sosial. Pula tak berkorelasi dengan tingkat ekonomi maupun kultural. Termasuk juga tak ada hubungannya dengan jabatan politik, ekonomi maupun pendidikan. Yang ada hanya sebentuk kebutuhan untuk segera dipenuhi.